Buscar

Selasa, 31 Januari 2012

Bayi Malang Lahir Dengan Otak terburai Diluar Kepala

Bukan pertama seorang bayi lahir tanpa tulang kepala namun pertama kali di TTU bayi lahir dengan otak terburai diluar kepala dan ari - ari bersambung dengan otak di bagian kepala
Kefamenanu, NTT Online - Bayi malang laki-laki dengan kondisi yang cukup menyedihkan lahir kampung Oelatimo RT12/RW02 Fatunisuan-Eban kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU ).
Pasangan orang tua dari bayi tersebut tidak menyangka akan mendapatkan penerus keturunan cacat tetapi Tuhan berkehendak lain. Entah kutukan, entah teguran, namun kenyataan bayi malang tersebut telah hadir kedunia dengan keadaan yang sama sekali tidak diharapkan semua orang.
Pasangan suami istri Yance Falo (27) dan Maxi Kefi (29) terpaksa harus menerima kenyataan itu. Kedua pasangan ini berdomisili di kampung Oelnunu Fatumuti Soe kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ibu Yance yang mengetahui perkiraan hari ia akan melahirkan, segera pulang ke orang tuanya di Eban Kefamenanu.
Tepat pada hari Selasa malam 5 Agustus 2008 jam 23.00 ibu Yance melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki secara normal dengan kondisi yang tidak diduga sebelumnya.
Bayi yang disebut dengan bayi Kefi itu dilahirkan dengan otak terburai keluar dan ari-ari tumbuh menempel di bagian otak yang terburai.
Diceritakan nenek Theresia yang mengantar cucunya bayi Kefi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Selasa malam anaknya mulai merasa sakit perut yang luar biasa. Tanda-tanda akan melahirkan mulai kelihatan, nenek Theresia tidak bisa berbuat apa-apa karena Puskesmas setempat sangat jauh.
Jarak dari rumah ke puskesmas sekitar 7 km dan tidak ada kendaraan. Jangankan malam hari, siang haripun kendaraan sangat sulit apalagi jalanan yang rusak parah dan berliku-liku. Siang hari menurut nenek Theresia ada beberapa ojek tapi mereka tidak punya uang untuk membayar ongkos tukang ojek.
Karena air ketuban sudah pecah nenek Theresia mulai membantu anaknya yang sedang kesakitan dengan mengelus-elus punggungnya. Akhirnya setengah jam kemudian tepat pukul 23.00 anaknya melahirkan.
Kaget sang nenek begitu melihat proses kelahiran anaknya. Ternyata letak sang bayi sungsang sehingga yang keluar adalah telapak kaki kanannya. Secara spontan nenek Theresia memasukkan sebelah tangannya kedalam rahim anaknya mencari kaki sebelah kiri sang bayi.
Setelah menemukan nenek Theresia menarik keluar bagian tubuh bayi dan tampaklah kepala bayi yang belum terbentuk dengan otak terburai keluar serta ari-ari bayi yang tumbuh menempel di otak.
Kelainan lain yang ada pada bayi Kefi, mulutnya catat (sumbing) menempel dengan hidung yang bentuknya juga tidak normal, alis mata sebelah kiri dan kanan sangat panjang menyerupai rambut kepala manusia kurang lebih 4 cm.
Tangis bayi memecah kesunyian malam, seakan-akan menangisi keadaannya yang memilukan hati orang tuanya. Dari beberapa kelainan diatas yang merupakan cacat turunan hanyalah pada mulut yakni sumbing dibagian bibir. Salah seorang saudara nenek Theresia lahir dalam keadaan cacat sumbing dibagian bibir.
Karena Air Susu Ibu (ASI) belum ada, selama tiga hari bayi Kefi hanya diberi air gula hangat.
Memasuki hari yang ketiga barulah seorang bidan Puskesmas Fatunisuan datang merawat ibu Yance dan bayinya diantar ke RSUD Kefamenanu.
Di RSUD, bayi malang itu langsung ditangani dokter Ria dibantu beberapa tim medis.
Nampak ari-ari sudah mulai menghitam dan masih menempel disamping otak yang terburai. Bau amis dan busuk bercampur memenuhi ruangan UGD.
Nenek Theresia yang mendampingi cucunya mengatakan ibu Yance tidak bisa datang karena baru 3 hari melahirkan. Jalanan sangat rusak, jauh, jadi kuatir dijalan terjadi perdarahan.
Disinggung mengenai kemungkinan ada rujukan ke Kupang, nenek Theresia menolak. Ia dan keluarganya sudah pasrah, untuk datang ke RSUD Kefamenanu juga karena sayang cucunya yang sudah diberi napas kehidupan oleh Tuhan sehingga masih bernapas dan memang butuh perawatan dokter untuk bisa bertahan hidup daripada dibiarkan terlantar dikampung.
Dirut RSUD Kefamenanu, dr. Hartono yang mendapat laporan tentang bayi tersebut segera datang ke RSUD melihat keadaannya. Ia juga sudah menyiapkan kendaraan khusus dan segala sesuatu yang bisa ia bantu jika dari pihak keluarga bersedia dirujuk ke Kupang. Namun dari pihak keluarga tetap bersikeras menolak.
Hartono menjelaskan, secara napas bayi itu memang masih hidup karena paru - paru masih berfungsi namun secara otak ia telah meninggal seperti orang yang koma berhari-hari karena otak sudah tidak berfungsi lagi.
Walaupun keluarga telah pasrah pada yang kuasa namun begitu Hartono tetap menghormati napas pemberian Tuhan yang telah diisi dalam tubuh bayi Kefi sehingga Hartono mengambil sikap tidak mau menelantarkan bayi, tetap ia rawat sambil menunggu jawaban Tuhan. Karena untuk dioperasi juga tidak bisa karena tulang tengkorak tidak ada. Judith Lorenzo Taolin
LAST_UPDATED2
 

0 komentar:

Silahkan Tinggalkan Komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... -->
 
All About Lembaga cyber information | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger