Buscar

Sabtu, 18 Februari 2012

Hujan Kodok: Fenomena Cuaca Ekstrem


Manusia mengenal hujan sebagai sebuah proses alamiah yang terjadi di bumi. Sebuah proses perubahan gas menjadi cair. Itulah sebabnya mengapa hujan yang kita alami berbentuk tetesan air. Jika hawa atau suhu yang dibentuk berada pada posisi sangat rendah, maka hujan yang turun akan berbentuk es atau yang biasa dikenal dengan istilah hujan salju.
Turunnya tetesan air atau salju dari atas langit adalah hal yang biasa, tapi apa jadinya jika hewan seperti kodoklah yang turun dari atas langit dalam jumlah yang cukup banyak dan dalam waktu yang bersamaan? Fenomena Hujan Kodok yang terjadi di Negara Jepang baru-baru ini cukup mendapat perhatian yang cukup tinggi dari masyarakat dunia.

Hujan Kodok di Jepang

Hujan kodok adalah fenomena yang terjadi dan dialami oleh masyarakat Jepang pada bulan Juni 2009 lalu. Masyarakat Jepang dikagetkan dengan berjatuhannya ikan berbentuk mirip kodok di beberapa kota di Jepang. Kota-kota yang “didatangi” pasukan kodok dari atas langit diantaranya adalah Taiwa, Nakanoto, Asahi, dan Kuki.
Kodok yang berjatuhan di sebagian kota Jepang itu lebih menyerupai anak kodok atau kecebong. Bentuknya kecil, tidak sebesar kodok-kodok normal. Hewan itu memiliki buntut dan memipih di bagian depan, persis seperti kecebong. Panjang kodok tersebut diperkirakan 5 cm.
Jika hujan kodok terjadi di Indonesia, fenomena mistis pasti mengiringi pemberitaannya. Masyarakat Indonesia yang masih akrab dengan hal-hal ghaib seperti itu bisa dipastikan akan menghubungkan fenomena aneh tersebut dengan hal-hal yang kurang logis. Padahal jika dilihat dari kacamata keilmuan, fenomena Hujan Kodok ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Meskipun hingga kini, para ahli belum bisa menjelaskan secara gamblang apa penyebab Hujan Kodok tersebut.
Hujan Kodok yang terjadi di Jepang terjadi selama beberapa hari. Tepatnya pada tanggal 9, 15, 16 dan 17 Juni. Beberapa saksi mata merasa kaget mengetahui ada sekumpulan kodok yang berjatuhan dari langit. Menurut saksi mata, ketika Hujan Kodok terjadi pada 15 Juni, keadaan cuaca Jepang sedang bagus. Tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. 
Perubahan cuaca yang sangat ekstrem dirasa sebagai salah satu penyebab terjadinya Hujan Kodok di Jepang. Fenomena Hujan Kodok ternyata pernah terjadi sebelumnya. Dua negara yaitu Inggris dan Serbia juga pernah mengalami fenomena cuaca yang aneh ini. Jika Serbia mengalaminya pada 2005, Inggris sudah merasakannya lebih dulu. Fenomena Hujan Kodok di London terjadi pada 1998.

Fenomena Hujan Kodok

Fenomena hujan binatang ini sebenarnya termasuk dalam kategori fenomena yang sudah umum terjadi. Binatang yang sering muncul dalam fenomena ini adalah ikan dan kodok. Ketika terjatuh, binatang-binatang itu tak jarang masih dalam keadaan hidup. 
Menurut beberapa saksi yang pernah melihat fenomena ini secara langsung mengatakan bahwa, gerakan dari para binatang itu sangat agresif. Menunjukkan bahwa mereka tengah ketakutan. Pada beberapa kejadian, ikan atau kodok tersebut terjatuh dari atas langit dalam keadaan beku atau terbalut dalam bongkahan es. 
Keadaan seperti itu menunjukkan betapa rendahnya suhu yang membawa binatang itu lalu menjatuhkannya ketika suhu sudah sedikit menurun. Binatang itu seolah terbawa oleh awan yang terbentuk karena proses perubahan air laut. Ketika hujan binatang akan turun, keadaan cuaca tidak berbeda jauh dengan ketika hujan air akan turun. Langit gelap dan mendung, kemudian hujan yang turun dibarengi dengan petir dan angin yang kencang.

0 komentar:

Silahkan Tinggalkan Komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... -->
 
All About Lembaga cyber information | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger