Buscar

Rabu, 18 Januari 2012

40 Harimau Mati Sepanjang 2011

Jakarta (ANTARA) - Setidaknya 40 harimau Sumatera mati sepanjang 2011 akibat konflik, padahal spesies satwa tersebut hanya tersisa 400 ekor.
"40 ekor yang mati sepanjang tahun akibat konflik. Di Bengkulu kemarin ada 4 harimau yang diselamatkan dari perangkap harimau. Kalau tidak dicegah dari sekarang bisa punah harimau kita," kata Dirjen Perlindungan dan Konservasi Alam (PHKA), Darori, Selasa.
Saat Lokakarya Penggalangan Sumber Daya untuk Pelaksanaan Rencana Nasional Pemulihan Harimau Sumatera di Jakarta, Darori mengatakan, kebanyakan harimau Sumatera itu mati karena konflik yang terjadi baik dengan masyarakat maupun dengan pemburu liar yang menjual kulitnya di luar negeri dengan harga mahal.
Harimau (Panthera tigris) memiliki sembilan subspesies di dunia, namun tiga spesies di antaranya sudah punah. Dua subspesies di Indonesia yang sudah punah yakni Harimau Jawa dan Harimau Bali.
Menurut Country Director Wildlife Conservation Society, Noviar Andayani, satu subspesies yang punah lainnya adalah Harimau Kaspia.
Sementara satu subspesies lain, yakni Harimau China Selatan (Panthera tigris amoyensis) juga "punah secara fungsional" karena karena kehilangan habitat dan buruan.
"Lima spesies lainnya bisa segera punah jika tak ada perhatian lebih lanjut atas habitat mereka. Saat ini tersisa hanya 3.200 harimau di dunia," katanya.
Dia mengatakan, kepunahan mereka dipicu perdagangan ilegal atas tubuh harimau yang dipercaya sebagai obat-obatan. Selain itu, harimau juga dihadapkan dengan masalah ekspansi lahan pertanian, perkebunan dan penebangan hutan.
"Tanpa respons segera untuk menyelamatkan harimau, harimau liar akan punah pada 2022," katanya.

0 komentar:

Silahkan Tinggalkan Komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... -->
 
All About Lembaga cyber information | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger