Buscar

Kamis, 13 Oktober 2011

Donasi A&W untuk Menghentikan Kelaparan Dunia


BANAR FIL ARDHI
M Husain, District Area Manager A&W Restaurants Indonesia menyerahkan donasi dari konsumen A&W kepada Peter Guest, Deputy Country Director WFP Indonesia. Program penggalangan dana "World Hunger Relief" oleh A&W di 170 cabangnya di Indonesia, mulai 14 September - 13 Oktober 2009.
KOMPAS.com - Jika Anda penggemar makanan cepat saji di A&W, pastinya akrab dengan ajakan petugas restoran untuk berdonasi usai memesan makanan. Tahun 2009 lalu misalnya, dengan menyumbang Rp 10.000 Anda bisa mendapatkan gelang persahabatan. Sumbangan ini sebagai tanda kepedulian pelanggan atas masalah pangan, kelaparan, dan gizi anak Indonesia dan dunia.

Tiga tahun terakhir, A&W Restaurants Indonesia, salah satu brand dari jaringan restoran cepat saji Yum! Brands Inc, konsisten bekerjasama dengan badan PBB World Food Programme (WFP) untuk memerangi kelaparan dunia. Melalui program penggalangan dana "World Hunger Relief", A&W melibatkan 170 cabangnya di Indonesia dalam menyediakan boks donasi. Konsumen memberikan sumbangan sukarela di luar pembelanjaan makanan dan minuman.

M Husain, District Area Manager A&W Restaurants Indonesia mengatakan, perusahaan menekankan kepada karyawan untuk selalu menginformasikan program ini kepada konsumen. Donasi yang terkumpul setiap tahunnya diberikan (dalam bentuk uang tunai) kepada WFP, jelas Husain.

"(Hasil) Donasi ada peningkatan, ini menunjukkan pelanggan semakin peduli dengan sesamanya, berkaitan dengan isu kelaparan dunia. Karyawan di setiap outlet juga selalu menginformasikan mengenai donasi ini, baik setelah memesan makanan atau ketika hendak meninggalkan restoran," papar Husain, usai penyerahan donasi sejumlah Rp 948.800.250 di outlet A&W Pondok Indah Mall I, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

Total dana ini dikumpulkan dalam periode 14 September hingga 13 Desember 2009. Ini menunjukkan, konsumen A&W memiliki kepedulian terhadap isu kelaparan dunia, dan lebih khususnya persoalan gizi dan malnutrisi untuk anak Indonesia. Hanya dalam tiga bulan saja, penyuka makanan cepat saji ini berhasil mengumpulkan ratusan juta, bahkan lebih tinggi nilainya (meningkat sekitar Rp 79 juta lebih) dibanding tahun sebelumnya.

Peter Guest, Deputy Country Director WFP Indonesia berharap, program seperti ini bisa menggalang kesadaran lebih tinggi dan dukungan lebih besar. Apalagi mengingat lebih dari 25 juta penduduk Indonesia masuk dalam kategori rawan pangan.

Di antara beragam program WFP, school feeding dipilih sebagai sarana menyalurkan dana donasi ini. WFP akan memberikan bantuan pangan kepada 4.000 anak sekolah, terutama di wilayah Madura, NTT, dan NTB.

"Program school feeding pada tahun sebelumnya menunjukkan keberhasilannya dalam meningkatkan level konsentrasi anak (dari 54 persen meningkat menjadi 73 persen) dan frekuensi kehadiran anak di sekolah (dari 93 persen menjadi 99 persen)," jelas Peter.

Persoalan malnutrisi, terutama di ketiga wilayah tersebut, berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Anak menjadi mudah letih, sulit berkonsentrasi, dan menghambat pertumbuhan.

Untuk pemilihan wilayah, WFP bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, dengan merujuk kepada Peta Ketahanan Pangan dan Kerawanan (2009 FSVA). Selain itu, pelaksanaan program ini juga didasarkan kepada tiga pilar: ketersediaan pangan, akses, dan utilisasi, kata Peter. Artinya, WFP bersama pemerintah dan swasta saling bekerja sama untuk memastikan dana donasi bisa dipergunakan dan didistribusikan tepat sasaran.

"Bentuk sumbangan dan partisipasi bisa berbeda dari setiap institusi swasta. Bisa berupa dana tunai seperti Yum! Brands, atau bentuk lain seperti kerjasama dengan ahli gizi, pengolahan makanan di pabrik milik swasta, dan lainnya," tandas Peter.

sumber
about Cyber Information http://aboutcyberinformation.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... -->
 
All About Lembaga cyber information | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger